Menawarkan
Berikan rincian tambahan tentang penawaran yang Anda jalankan.
This store requires javascript to be enabled for some features to work correctly.
Ini pertanyaan yang hampir semua orang pernah tanyakan sebelum belanja baju online: "BB segini, harus ambil ukuran apa?" Masalahnya, berat badan saja sebenarnya bukan patokan yang akurat. Dua orang dengan berat sama bisa butuh ukuran beda kalau tinggi dan bentuk tubuhnya berbeda. Tapi karena banyak orang lebih hafal berat badan sendiri daripada ukuran lingkar dada, artikel ini akan kasih perkiraan yang masuk akal sambil menjelaskan kenapa berat badan tidak selalu cukup.
Coba bayangkan dua orang. Yang pertama tinggi 175 cm dengan berat 70 kg, badannya cenderung berotot dan dadanya bidang. Yang kedua tinggi 160 cm dengan berat 70 kg juga, tapi badannya lebih pendek dan berisi merata. Berat sama, tapi ukuran kaos yang pas buat mereka kemungkinan besar berbeda.
Berat badan tidak memberitahu apa-apa soal lingkar dada, lebar bahu, atau panjang badan — padahal tiga hal itulah yang sebenarnya menentukan ukuran baju. Karena itu, perkiraan berdasarkan berat badan di bawah ini sifatnya umum saja. Kalau kamu serius mau hasil yang akurat, baca juga cara membaca size chart kaos dan ukur tubuhmu sendiri.
Asumsi di bawah ini untuk tinggi badan rata-rata pria Indonesia, sekitar 165–172 cm. Kalau tinggimu di luar rentang itu, baca penjelasan di bagian selanjutnya soal bagaimana tinggi badan mengubah perhitungan ini.
Size S: BB 45–55 kg
Size M: BB 55–65 kg
Size L: BB 65–75 kg
Size XL: BB 75–85 kg
Size XXL: BB 85–95 kg
Ini bukan angka mutlak. Kalau berat badanmu 64 kg, misalnya, bisa saja kamu lebih cocok di M atau malah sudah pas di L, tergantung distribusi badan dan seberapa longgar yang kamu mau.
Untuk wanita dengan tinggi rata-rata 155–162 cm:
Size S: BB 40–48 kg
Size M: BB 48–56 kg
Size L: BB 56–64 kg
Size XL: BB 64–72 kg
Size XXL: BB 72–80 kg
Sama seperti tabel pria, ini perkiraan kasar. Bentuk tubuh — terutama distribusi berat di area pinggang, pinggul, dan dada — bisa membuat dua orang dengan berat sama butuh ukuran berbeda.
Berat badan 70 kg di tubuh setinggi 160 cm akan terdistribusi jauh lebih padat dibanding di tubuh setinggi 180 cm. Orang yang lebih tinggi dengan berat sama biasanya punya rangka yang lebih panjang dan ramping, sehingga butuh ukuran yang lebih fokus ke panjang badan (length) daripada lebar (width). Sebaliknya, orang yang lebih pendek dengan berat sama cenderung butuh ukuran yang lebih lebar di badan tapi lebih pendek di panjang.
Ini sebabnya kalau tinggimu di atas 178 cm, sebaiknya naik satu ukuran dari tabel di atas — bukan karena badan lebih besar, tapi karena butuh panjang baju ekstra supaya tidak terlihat terlalu pendek di pinggang. Sebaliknya, kalau tinggimu di bawah 158 cm, ukuran yang sesuai tabel biasanya sudah cukup, atau bahkan kamu bisa turun satu ukuran kalau tidak ingin terlalu longgar.
Cara paling akurat untuk menentukan ukuran tetap dengan mengukur tubuh langsung, bukan menebak dari berat badan. Tiga ukuran yang paling menentukan:
Lingkar dada — ukur melingkar di bagian terlebar dada menggunakan pita ukur. Ini angka paling penting karena hampir semua size chart menyusun ukurannya berdasarkan lingkar dada, bukan berat badan.
Panjang badan — diukur dari bahu sampai ke titik yang kamu inginkan jadi ujung baju. Ini menentukan apakah kaos terasa pas atau malah terlalu pendek/panjang di badan.
Lebar bahu — diukur dari ujung bahu kiri ke ujung bahu kanan. Ukuran ini sering diabaikan padahal paling menentukan apakah baju terlihat pas di atas atau malah jatuh ke lengan atas.
Kalau kamu masih bingung cara mengukur dan membaca ketiga angka ini dengan benar, penjelasan lengkapnya ada di arti length, width, dan sleeve dalam size chart baju.
Kalau kamu mengincar kaos oversize, tabel berat badan di atas tidak sepenuhnya berlaku. Filosofi oversize memang sengaja mengambil ukuran lebih besar dari badan asli — jadi kalau berat badanmu masuk kategori M untuk regular fit, untuk oversize biasanya kamu justru perlu naik ke L atau XL supaya hasilnya benar-benar terlihat oversize, bukan cuma sedikit longgar.
Aturan kasarnya: naik satu sampai dua size dari yang biasa kamu pakai di regular fit. Untuk panduan lebih detail soal seberapa besar yang ideal, panduan ukuran kaos oversize ini membahas perhitungannya lebih spesifik berdasarkan selisih ukuran badan dan ukuran baju.
Sering terjadi: berat badan 63 kg, di tabel itu masuk antara M dan L. Kalau begini situasinya, pertimbangkan dua hal. Pertama, apa tujuannya — kalau mau tampilan yang lebih pas badan (fitted), ambil yang lebih kecil. Kalau mau lebih nyaman dan ada ruang gerak, ambil yang lebih besar.
Kedua, perhatikan bentuk badan. Kalau badan bagian atas (dada dan bahu) lebih besar dari bagian bawah, prioritaskan ukuran berdasarkan dada meskipun berat badan menunjukkan size yang lebih kecil. Salah pilih di bagian ini paling sering jadi alasan baju terasa sempit padahal "sudah sesuai ukuran berat badan".
Mengandalkan berat badan saja tanpa mempertimbangkan tinggi badan adalah kesalahan paling umum. Dua orang dengan berat 70 kg tapi tinggi berbeda 20 cm akan butuh ukuran yang sangat berbeda, padahal kalau hanya lihat tabel berat badan, mereka akan disarankan size yang sama.
Mengabaikan bentuk badan juga sering jadi masalah. Orang dengan badan atletis cenderung punya dada dan bahu lebih besar dibanding berat badannya secara umum, sehingga butuh size lebih besar dari yang disarankan tabel. Sebaliknya, orang dengan badan yang lebih merata distribusinya biasanya cocok dengan size sesuai tabel.
Dan yang terakhir: tidak mengecek size chart spesifik dari brand yang dibeli. Tabel berat badan di artikel ini, atau di artikel manapun, sifatnya perkiraan umum. Brand tertentu bisa punya potongan yang lebih besar atau lebih kecil dari standar, jadi size chart resmi brand itu selalu lebih akurat dibanding tabel berat badan generik.
Tabel berat badan cocok dipakai sebagai titik awal kalau kamu belum punya pita ukur di tangan atau sedang buru-buru menentukan ukuran. Tapi kalau memungkinkan, selalu lebih baik ukur lingkar dada dan panjang badan secara langsung, lalu cocokkan dengan size chart resmi dari produk yang ingin dibeli. Kombinasi keduanya — tabel berat badan sebagai perkiraan awal, ukuran tubuh sebagai konfirmasi akhir — adalah cara paling realistis untuk menghindari salah ukuran tanpa harus ribet setiap kali belanja.
Ini pertanyaan yang hampir semua orang pernah tanyakan sebelum belanja baju online: "BB segini, harus ambil ukuran apa?" Masalahnya, berat...
Pernah buka size chart sebelum beli baju online, tapi malah bingung sendiri karena penuh istilah bahasa Inggris? Length, width, sleeve...
Streetwear di Indonesia sudah jauh melewati fase ikut-ikutan. Sekarang, anak muda Jakarta, Bandung, Surabaya, sampai kota-kota yang lebih kecil punya...